Selama ini, langkah-langkah pencegahan DEMAM BERDARAH dikenal dengan nama 3M Plus : Menguras, Menutup, Menguburkan barang-barang bekas, Plus Menghindari gigitan nyamuk. Kerap juga dilaksanakan pengasapan (fogging) untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan abatisasi (penaburan bubuk
ABATE) untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Pemeliharaan ikan cupang, ikan cere atau ikan guppy dapat juga dimanfaatkan untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.
Penggunaan bubuk
ABATE sangat baik dilakukan untuk membunuh jentik-jentik nyamuk tersebut. Namun apakah air yang tercampur oleh bubuk
ABATE tersebut layak untuk diminum oleh manusia?
Pada penelitian yang dilakukan oleh sebuah laboratorium di Amerika Serikat (AS) tahun 1967, tikus yang diberi makanan dengan campuran
ABATE setiap hari tidak mengalami gangguan klinis apapun. Di tahun yang sama, kelompok peneliti yang lain juga melakukan percobaan terhadap beberapa sukarelawan. Selama beberapa hari, 256 mg bubuk
ABATE dicampurkan ke dalam makanan yang mereka konsumsi. Percobaan ini pun tidak menunjukkan terjadinya gangguan klinis pada sukarelawan. Percobaan yang lebih berani dilakukan pada 1968, di AS juga, dengan mencampurkan
ABATE di bak persediaan air penduduk sebanyak 1% dari total volume air. Di sini pun tidak ditemukan gangguan klinis akibat konsumsi
ABATE pada penduduk yang dimaksud.
Petunjuk Penggunaan ABATE :
Air bersih (kolam, bak mandi, penampungan air, danau, dsb), taburkan
ABATE 1GR 10 gram untuk 100 liter air. Sebenarnya setelah ditaburkan, bubuk
ABATE akan segera menempel di dinding penampung air, sehingga kadarnya di dalam air minum lebih rendah dibanding di dinding penampung air. Daya tempelnya mampu bertahan 2 - 3 bulan. Penaburan
ABATE dapat diulangi setiap 2-3 bulan.